Perjalanan Hidupku Dengan Doa dan Semangat.
tapi karena aku tidak tahu apa-apa aku diam saja aktivitasku mulai berjalan aku berangkat sekolah setiap hari dengan berjalan kaki dan diberikan uang oleh kakekku lima ratus rupiah pada saat itu dua puluh lima rupiah sangat berarti bisa buat beli perment, karena kakekku tunanetra aku sering tidak sekolah untuk mencari uang bersama kakek ke rumah teman-teman kakek terdahulu. dengan belas kasih yang ada pada teman dan saudara misan akhirnya kakekku diberikan uang buat makan sebulan.singkat cerita enam tahun aku lalukan seperti itu bersama kakekku.setelah lulus sekolah dasar aku bingung mau melanjutkan ke sekolah lanjutan tingkat pertama tapi dengan semangat aku mencari baju bekas dengan bantuan pamanku supaya aku bisa sekolah lagi dan alhamdulilah akhirnya pamanku dapat dua pasang baju sekolah satu pasang putih biru dan satu pasang pramuka.
mulai itu aku belanjar dengan sungguh-sungguh dan akhirnya aku dapat juara harapan 1 dan aku mendapatkan bea siswa aku sangat senang dan bahagia akhirnya biaya sekolah tidak aku pikirkan lagi.
ketika aku kelas dua sang kakek sakit-sakitan berbulan-bulan bahkan sampai tahunan dan hampir mau lulus sang kakek meninggalkanku untuk selama-lamanya.aku bingung aku belum bisa merasakan kesedihan aku diam tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya merenung bahwa aku sudah sendirian setelah itu aku mulai berfikir kenapa anak-anak kakekku tidak pernah mengurusnya padahal mereka tahu kakekku tidak bisa melihat dan tidak bisa berjalan tanpa penunjuk jalan aku hanya sedih karena kakekku teman hidupku semasa kecil.kemudian nenekku kembali kepadaku setelah kakekku tidak ada dan menemaniku kembali.
pengumuman kelulusan telah tiba dan alhamdulillah aku lulus dan mendapatkan nilai yang cukup bagus.
setelah itu aku memikirkan untuk melanjutkan ke sekolah menengah atas tapi biaya tidak ada dan akhirnya aku putuskan untuk mencari uang dulu selama satu tahun buat beli seragam sekolah.enam bulan aku bekerja sebagai buruh tani dan buruh tembakau untuk melanjutkan keinginanku untuk sekolah lagi dan akhirnya aku bisa beli seragam dan mendaftarkan diri ke sma dari sana aku mencari cara supaya dapat bea siswa lagi tapi semangat belajarku tidak seperti masih smp tiba-tiba ada informasi bahwa ada bea siswa bagi siswa yang kurang mampu dan akhirnya aku dapat juga kemudian aku mulai semangat lagi buat belajar.
tiba-tiba menjelang naik kelas tiga sepulang sekolah dirumah datang seorang perempuan setengah muda setengah tua dan ternyata itu adalah istri dari bapakku.mulai itulah semua rahasia bapakku terbongkar dan mulai itulah aku mengenal rupa wajah bapakku.
setelah bertemu bapakku aku merasa biasa-biasa saja mungkin karena tidak pernah memikirkan akudan begitu sebaliknya....bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar